Advokat Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia (APSI) Bersinergi Dengan Gunung Bromo & Warga Sekitar

APSI Sebut Muba Inisiator Pertama di Indonesia
September 7, 2020
RAKERNAS I DPP APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia) sekaligus Pengukuhan Pengurus DPP APSI di Novotel Lampung, 10 oktober 2020
Oktober 10, 2020
advokat APSI lepaskan penat di Gunung Bromo

SuaraKarya.id – JAKARTA: Bergumul dengan pasal-pasal perundang-undangan, KUHP, KUHAP, lalu menoleh ke sana-sini untuk mencari celah hukum guna membebaskan klien atau paling tidak meringankan hukumannya atau agar dikabulkan sebagian gugatan atau sebaliknya, membuat advokat-advokat yang tergabung di Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) merasa perlu menghilangkan penat yang mengungkungnya sepanjang hari di Jakarta.

 

Lantas untuk refreshing mereka pun menghentikan sebentar rutinitas sehari-hari yang membelenggu itu. Tentu saja terasa bagai lepas dari jeratan tali yang membosankan itu. Pelepasan belenggu penat dipilih tempat yang paling tepat yaitu Gunung Bromo. Merangkak sedemikian sulit dari bawah hingga akhirnya mencapai puncaknya sungguh memberikan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri. Selanjutnya mengitarkan pandang nun jauh ke sana (sekeliling), mengintip matahari terbit di ufuk timur, cukup sudah membuat semuanya bagai lepas dari keterbelengguan dan terbayar lunas segala kelelahan.

 

“Kami meninggalkan dulu kegiatan atau rutinitas (kepengacaraan) yang benar-benar menyita waktu dan pemikiran bahkan membosankan. Kami sepakat melepas seluruh aktivitas kepengacaraan yang begitu banyak menyita pikiran dan energi kemudian lari ke alam pegunungan Bromo. Di sini kami sebagai pengurus anggota APSI bersinergi satu dengan lainnya dan tentunya menyatu sebentar dengan alam Bromo,” ujar  Yayat Surya Purnadi, Waketum Bidang Humas & Publikasi APSI di Jakarta, Minggu (4/10/2020).

 

Alam yang menawarkan keindahan, kesejukan, harmoni membuat segalanya bagai menyatu bagai menjadi satu kesatuan. Suara perut bumi (Bromo) juga begitu mengisyaratkan adanya kekuatan alam itu sendiri yang tidak bisa sepenuhnya ditaklukkan (disuruh diam) manusia. Sepintas terdengar menakutkan, tetapi manakala berusaha menyesuaikan dan menyelaminya betapa kuatnya alam itu maka harus kita akui bahwa kita selaku penghuni alam tidaklah mempunyai kekuatan apa-apa dibanding alam (Bromo) sekitarnya.

 

Bromo memang menyimpan kekuatan magis sekaligus misteri. Namun, yang pasti, setelah berlelah-lelah dari bawah sampai puncaknya, lelah-lelah itu seolah langsung dibayar tunai, lunas oleh pemandangan memukau di puncak Bromo. Dari awal merangkak di bawah pun seolah sudah diisyaratkan tuntutan kekompakan, bahu membahu, tuntun menuntut sebelum akhirnya sampai di puncak yang dituju dan menakjubkan.

 

“Pada saat mendaki itu benar-benar dibutuhkan kerja sama, tolong menolong agar sampai ke tujuan. Dalam kesempatan itu pulalah kami dari APSI berharap terbentuk dan dapat dibangun kerja sama yang baik di antara kami tidak hanya dalam pendakian tetapi juga dalam pelaksanaan/penyelesaian pekerjan sehari-hari di Jakarta,” kata Yayat Surya Purnadi SH MH CPL.

 

Sampai di Bromo, Sabtu (3/10/2020), kesejukan dan kesegaran menghinggapi para peserta The Adventure Bromo Mountains APSI Jakarta. Demi penyatuannya dengan alam sekitar (Bromo) mereka terlebih dahulu melakukan bhakti sosial kepada warga sekitarnya. Selain santunan untuk anak yatim piatu juga bantuan pada masyarakat yang kurang beruntung sekitar Gunung Bromo terutama yang terkena imbas pandemi Covid-19.

 

“Kami melaksanakannya sesuai standar protokol Copid-19 yang begitu ketat. Karena dalam kesempatan itu pula kami ingin mengisyaratkan kepada masyarakat betapa pentingnya berjaga-jaga atas penularan Covid-19 dengan mengikuti semua aturan main yang telah dimaklumatkan pemerintah,” ujar Yayat.

 

Meski di sekitar Bromo bahaya akan Covid-19 tidak separah/sebahaya di Jakarta, warga sekitar tetap perlu diingatkan betapa pentingnya menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan menjauhi virus Covid-19 yang telah merenggut begitu banyak nyawa itu. “Bantuan sama pentingnya dengan pemberitahuan upaya-upaya menghindari penularan virus yang mendunia tersebut. Oleh karena itu, APSI meminta warga masyarakat mempergunakan material pencegahan virus secara rutin dan penuh tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga maupun warga sekelilingnya agar semuanya selamat,” harap Yayat.

 

Akhirnya kegiatan The Adventure Bromo Mountains APSI 2020, Sabtu (3/102020), tuntas dilaksanakan dengan hati penuh sukacita, riang gembira dan pengalaman berharga. Bagi warga masyarakat Bromo bhakti sosial APSI tersebut pun, meski tidak banyak sekali tetap layak dicatat dan diingat sebagaimana halnya warga masyarakat pencari keadilan di mana saja yang mendapatkan hak-hak keadilannya berkat nasihat dan bantuan hukum dari advokat-advokat anggota APSI.